h1

janji terang kepada bulan

November 30, 2010

Januari, terbit bulan yang muncul disudut pintu
Berjalan, melangkah,melewati labirin tempat asalmu
benarkah ini terang? Nyatanya bulanku lebih terang.
Sinarnya berpadu, terlihat paripurna seperti lengkung manis sabit yang kuning
Terangku diserapnya, hingga kehabisan sinar
Kian cemerlang kilaunya bulanku yang tinggi, tak pernah kehabisan cara membuatku terlihat semakin terang setelah lelah bermandi kelam.
Bijaksana mengatur waktu dari belakangku memberi ruang
Terangku, semakin tertarik dan terikat, terpikat, terjerat
Mendekati medan putaran melewati territorial tata surya
Bulanku kini kehabisan sinarnya menerangi terang, kembali surut mengerut tanpa muncul lagi disudut buntu.
Hilang pula ucap “demi terang” bulan rela membagi malam
Januari itu sungguh mengharu biru
kini bulan takkan lagi bersanding dengan terang
bilasaja terangku tahu di akhir waktu bulan bertekuk lutut, dan bersimpuh pada cahaya mentari
takkan pernah terang membiarkan bulan memberikan sinarnya disudut malam

-teyya1ma-

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.