
menerima kelebihan, mencintai kekurangan
November 12, 2010mungkin cuma 1 kata itu yang bisa mewakili perasaanku setiap melihat makhluk cipataanNya yang terlihat begitu sempurna.
pintar, bersemangat, loyal, bersahabat, lembut, tegas, rendah hati, sederhana, sopan, dan berbagai atribut lainnya yang melekat padanya..
ga terllihat sama sekali ada satu kekurangan didirinya. kagum! pasti setiap mata yang melihat makhluk ciptaanNya yang seperti itu akan terkagum-kagum.
lalu muncul perasaan rendah diri, pesimis dan malu.
padahal setiap manusia diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangan, dengan segala perbedaan. haruskah aku rendah diri? oh, mungkin ini adalah kekurangan yang ada pada diriku yang terlalu manja jika aku besar-besarkan. kenali kekurangan!
mungkin masih banyak kelebihan yang ada pada diriku yang ga aku sadari, karena terlalu asik dan sibuk mengutuk kekurangan!
satu quote yang sangat aku suka dari seorang sahabat, “kekuranganku adalah kelebihanku”..dan bukan tidak mungkin “kelebihanku adalah kekuranganku” tergantung bagaimana kita menyikapi!
bagaimana mungkin? bagaimana bisa sebuah kekurangan dijadikan kelebihan? oh ternyata kuncinya ada pada diri kita sendiri, seberapa besar kita bersyukur terhadap apapun pemberianNya dan menerima apapun kelebihan yang ada pada orang lain sebagai suatu kelebihan.
lalu, apakah aku akan berdiam diri dengan kekuranganku?. Seperti kata sahabat, “kamu harus kenali, cintai dan jadikan kekuranganmu sebagai kelebihanmu”.. karena biasanya penyebab utama orang memiliki kekurangan yang menyebabkan rendah diri, tidak percaya diri dan sejenisnya justru bukan karena kekurangan yang sebenarnya ada pada diri seseorang itu tetapi lebih dikarenakan kondisi dan kualitas orang lain yang melebihi orang itu yang tidak bisa diterima, karena tidak terima jika ada orang lain yang ‘lebih positif’.
berpikir positif, bahwa orang yang terlihat sempurna juga memiliki kekurangan yang mungkin tidak dibesar-besarkan seperti aku, tidak terlihat, tidak diidramatisir, justru dikelola dan dicintai dengan baik, sehingga tidak nampak sebagai sebuah kekurangan.
kalo mau serupa dengan orang-orang yang terlihat ‘sempurna’, jangan menjauh, justru dekat-dekat aja,1 atau 2 hal yang positif pasti ada yang melekat, tiru, atau bahkan sedikit modifikasi, karena pasti diri kita berusaha untuk beradaptasi dengan si ‘sempurna’ itu,
setelah itu, ga ada yang perlu dibuat-buat, hanya perlu jadi diri sendiri..
“terimalah aku seperti apa adanya, aku hanya insan biasa tak mungkin sempurna…”
“aku memang manusia biasa, yang tak sempurna dan kadang salah…”
tugasku adalah menerima kelebihan dan mencintai kekurangan. ^_^ semangKA!!

